Posted by: gkikarangsaru | April 15, 2014

Tuhan Yesus, Tolong !


Hari mulai gelap. Dari sudut jendela mobil, kupandangi jalanan yang tampak samar – samar basah oleh air. Hujan masih saja turun dengan derasnya, mengiringi perjalanan kami pulang ke Semarang.

Selain aku dan suami, ada juga mami, dua adik dan dua adik iparku yang duduk berdesakan dalam mobil Daihatsu kecilku. Saat itu, kami baru saja pulang dari sebuah acara pernikahan seorang anggota keluarga di kota Rembang. Walaupun itu adalah mobilku, tapi aku dan suami lebih suka memilih untuk duduk di belakang dan mempercayakan mobil ini kepada adikku untuk mengemudikannya. Maklum, ia yang paling biasa menyetir mobil ke luar kota. Dan malam itu, ia menjalankan mobil dengan cukup kencang, melewati jalanan luar kota yang sudah mulai gelap dan lenggang.

Aku mulai merasakan ada yang tak beres dengan mobil kami. Rasanya mobil mulai berjalan tak normal, bergerak zig-zag ke kiri dan ke kanan. Mungkin jalanan yang licin ditambah beban berat yang harus ditanggung mobil, membuatnya bergerak tak stabil. Begitu pikirku, dan aku mulai was-was.

Tiba – tiba, ketika mobil melaju kencang dan hendak hendak menyalip sebuah trailler yang berjalan di depan kami, kurasakan mobil melayang terbang dan berputar arah. Rupanya mobil kami mengalami slip ( tergelincir ) dan bisa saja, setelah itu, mobil akan terguling, tercebur sungai atau malah menabrak kendaraan lain yang kebetulan lewat. Hanya bayangan kecelakaan dan ketakutan saja yang menyelimuti pikiranku. Aku benar – benar takut. Dan dalam takutku itu, aku hanya bisa berteriak, ”Tuhan Yesus, tolong !”

Entah bagaimana, detik berikutnya, mobil itu sudah jatuh di rerumputan di tepi jalan. Kami hanya bisa terdiam. Takut. Kaget. Tegang. Semuanya bercampur aduk di hati dan itu tampak di setiap wajah kami. Walau begitu, tak satupun dari kami yang mengalami luka. Juga, tak ada orang lain yang terluka atau tertabrak, ketika mobil melayang terbang tadi.

Puji Tuhan ! Aku tahu Tuhan mendengar doaku yang penuh ketakutan tadi. Tuhan juga meluputkan kami dari kecelakaan yang bisa saja berakibat fatal bagi kami sekeluarga. Akhirnya, setelah melihat bahwa mobil kami tidak ada yang rusak, kami melanjutkan perjalanan pulang dengan lebih hati – hati dan tentu saja, dengan penuh ucapan syukur atas kasih dan perlindunganNya atas keluarga kami. Amin.

oleh : Ibu Hanna W


Categories

%d bloggers like this: