Posted by: gkikarangsaru | April 15, 2014

Anak Ajaib


Tanggal 4 November 1986 lahirlah anak kami ketiga laki-laki, yang kami beri nama : Yeremia Andika Malise Setiawan. Kelahirannya normal dan bayi itu menangis keras ketika lahir. Zuster Edward di R.S.Elisabeth Semarang berkata :”Pak Pendeta, ini anakmu laki-laki lagi, besok semua jadikan pendeta” Jawab saya: “ O,ya Zuster “ ( karena anak kami yang pertama dan kedua juga laki-laki ). Kami sampaikan ucapan syukur kepada setiap orang yang mendoakan kami dengan kartu ucapan yang kami tulis dari Mazmur 139: 14.: “ Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat dan jiwaku benar-benar menyadarinya “

 Pada umur empat bulan, kami amati bahwa anak ini kelihatannya tidak seperti kakak – kakaknya, yang pada bulan ke empat sudah bisa tengkurap. Kami mulai berkonsultasi dengan dr. Lydia ( spesialis anak ), dr. Amanullah ( spesalis bedah otak ) dan dr. Surya ( spesialis syaraf ). Ternyata anak kami mengalami apa yang disebut Cerebral Palsy, disebabkan karena pada saat keluar dari kandungan sempat mengalami kekurangan oksigen karena terhenti beberapa saat. Oleh sebab itu, anak ini akan mengalami keterlambatan fisik dan berpikir.

Anak ajaib itu benar-benar membuat kami di satu pihak bersyukur karena melihat dan mengalami kuasa doa dalam nama Yesus, tetapi pada sisi yang lain menjadikan kami sebagai bahan pembicaraan banyak orang . Sebagai hamba Tuhan, orang bertanya mengapa Tuhan memberi “anak cacat” pada keluarga kami. Sebagaimana orang dengan mudahnya menghubungkan antara sebab dan akibat, diam – diam bertanya dengan pertanyaan klasik :”Apa sih dosanya sampai anaknya terlahir begitu ?“

Di saat-saat seperti itu kami pegang Firman Tuhan tentang kisah anak yang dilahirkan buta. Pada kisah itu, Tuhan Yesus ditanya murid – muridNya, dosa siapakah yang membuat anak itu terlahir buta, dosa anak itu atau dosa kedua orang tuanya (Yohanes 9:1-3). Tuhan Yesus menjawab :” Bukan orang ini berbuat dosa;dan bukan orang tuanya, melainkan supaya kekayaan Allah dinyatakan padanya “(Terjemahan lama).

Perjuangan kami untuk menghadapi pergumulan ini hanyalah doa dalam nama Yesus. Anak kami dinyatakan sebagai “anak berkebutuhan khusus” ( dahulu disebut anak cacat ). Kamipun terus berdoa dan terjadilah. Yeremia yang sebelumnya hanya bisa tidur tergolek, akhirnya bisa tengkurap pada umur 1 tahun dan kemudian bisa berjalan pada umur 3 tahun. Tenaga fisioterapis dari R.S.Karyadi kami datangkan setiap minggu dua kali untuk menangani anak kami sampai bisa berjalan tegak. Dan mulai umur empat bulan, anak kami tidak boleh lepas dari obat untuk syaraf dan otaknya. Sekarang, Yeremia sudah bisa berjalan dan selalu bersama-sama dengan kami, kemanapun kami pergi melayani pekerjaan Tuhan.

Tuhan mendengar doa – doa kami dan mencukupi segala kebutuhan untuk merawat anak ini. Walaupun biaya yang kami perlukan untuk anak ini jumlahnya besar dan sifatnya rutin, tapi kami tidak mau memberatkan anggota jemaat yang kami layani,.

Kami masih ingat ketika suatu kali, Yeremia harus di CT-Scan. Biaya yang kami butuhkan adalah Rp. 450.000,- , suatu jumlah yang cukup besar pada masa itu. Saat itu, kami tidak memiliki dana yang cukup. Yang bisa kami lakukan hanyalah berdoa dalam nama-Nya. Apa yang terjadi ? Tuhan mengirimkan seseorang yang diberkati karena baru saja menjual mobilnya dan orang ini memberikan kepada kami persembahan kasih yang cukup untuk membayar biaya CT-Scan itu. Hal ini membuat kami bertanya – tanya, ”Tuhan kok tahu kalau kami sedang membutuhkan uang ?”

Tetapi begitulah yang terjadi. Entah bagaimana, setiap kali ada saja yang Tuhan pakai untuk mencukupi semuanya, selain dari pihak Majelis Jemaat yang memperhatikan kami. Kami menyebut Yeremia adalah “anak mahal’ karena untuk bisa bertumbuh seperti anak – anak lain, membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit.

Setelah masuk usia sekolah, Yeremia kami sekolahkan di Taman Kanak – Kanak seperti anak yang lain. Tetapi ketika Yeremia naik ke tingkat berikutnya, kami pindahkan ke SLB –YPAC ( Yayasan Pendidikan Anak-Anak Cacat ) di Semarang. Karena kuasa doa pula, Yeremia akhirnya bisa menempuh pendidikan sampai lulus SMP.

Doa kami tidak berhenti sampai di sini. Kami memohon kepada Tuhan agar anak ini bisa bersosialisasi dengan banyak orang. Dan terbukti Tuhan menjawab dengan perkembangan yang luar biasa. Yeremia bisa bergaul dengan siapa saja dan mudah menyesuaikan diri, baik di lingkungan keluarga besar kami, di lingkungan gereja maupun di mana saja dia berada. Kami tidak malu membawa anak kami ke mana saja kami pergi.

Pertanyaan kami di awal Yeremia lahir :”Mengapa Tuhan titipkan anak ini kepada kami ?”, kini sudah mulai terjawab. Tuhan menghendaki kami untuk masuk berbaur dengan para orang tua yang memiliki masalah yang sama dengan kami, mereka yang memiliki anak yang mengalami kekurangan fisik maupun intelektualnya. Kami bisa menguatkan, bahkan mendorong para orang tua yang malu dan menyembunyikan anaknya yang cacat, agar membawa anaknya untuk disekolahkan. Jangan malah dikurung di kamar dan malu mengakuinya.

Saya pernah duduk di Komite Sekolah SLB tersebut. Di setiap kesempatan, saya memotivasi para orang tua untuk tidak menyesali diri karena anaknya yang cacat. Dan sampai hari ini, setiap ada acara-acara di sekolah SLB tersebut, kami masih diharapkan hadir walaupun Yeremia sudah tidak bersekolah di sana lagi.

Anak ajaib itu kini mempunyai “kelebihan” yakni bisa menghafal lagu – lagu rohani walaupun dia tidak bisa membaca. Tangannya juga kuat dan dia mempunyai talenta untuk memijat walaupun masih untuk kalangan kami sendiri. Doa – doa dalam nama Yesus tidak pernah sia -sia walaupun kami harus melewati perjalanan panjang, berusaha sampai anak ini kelak bisa mandiri.

Dengan hadirnya Yeremia di tengah keluarga kami ada banyak pelajaran iman yang bisa kami ambil :

1. Berjalan dengan iman melalui doa dalam Nama Yesus sungguh nyata hasilnya. Hidup ini harus optimis, walaupun harus menghadapi kenyataan yang tidak seperti lazimnya.

2. Iman yang dihadapkan kenyataan membuahkan hikmat dari Allah, bahwa di balik semua yang terjadi, ada rencana Tuhan yang tersembunyi dan indah pada waktunya.

3. Orang lain melihat apa yang kami alami mungkin tidak sanggup menanggungnya, tetapi kami diberi kekuatan Tuhan dan menjalaninya dengan sukacita (Filipi 4 : 13).

4. Tidak perlu takut dengan apa yang bakal terjadi di masa depan dengan anak-anak kita karena Tuhan pasti sudah mengatur semuanya sesuai dengan rencana-Nya.

Tuhan Yesus kiranya menjadikan kesaksian : ANAK AJAIB YEREMIA ini menjadi berkat bagi setiap orang yang membacanya.Bagi Dia-lah kemuliaan sampai selama-lamanya.

 Oleh : Pdt.Em.Andreas Gunawan Pr.


Categories

%d bloggers like this: