Posted by: gkikarangsaru | August 31, 2010

Jemaat Yang Berbuah Lebat


Oleh karena kesetiaan dan ketekunan jemaat, baik saat masih berbentuk gereja THKTKH Semarang ataupun setelah menjadi GKI Karangsaru, maka Tuhan tidak saja memberkati dan menumbuhkan jemaat yang ada di Kota Semarang, tetapi juga mempercayakan anak – anakNya yang berada di luar Kota Semarang, untuk dibina dan dilayani oleh THKTKH Semarang.

Palayanan dan pekabaran Injil THKTKH Semarang di luar kota dimulai dengan bergabungnya orang – orang Tionghoa Kristen di Tegal menjadi ‘kring’ ( cabang ) THKTKH Semarang di akhir 1944, yang kemudian didewasakan menjadi Gereja THKTKH Tegal pada tanggal 12 Agustus 1952. Selanjutnya, disusul bergabungnya jemaat Tionghoa Kristen di Pekalongan pada tahun 1949 menjadi cabang THKTKH Semarang, yang kemudian didewasakan dengan nama “GKI Pekalongan” pada tanggal 19 April 1957.

Pelayanan PI kemudian dilakukan di daerah sekitar Kendal pada tahun 1958, yang dimulai dari sebuah persekutuan rumah tangga di Weleri dan kemudian berlanjut di Pelelen. Dengan melalui banyak rintangan dan kesulitan untuk mendirikan sebuah jemaat yang mandiri, akhirnya di kedua tempat tersebut dapat didewasakan menjadi GKI Weleri dan GKI Pelelen, pada tanggal 1 September 1989.

Penaburan benih – benih Injil ini kemudian dilanjutkan hingga kota – kota Juana, Rembang dan Lasem, yang akhirnya didewasakan menjadi GKI Rembang dan GKI Lasem pada tanggal 13 Agustus 1973.

Peresemian GKI Genuk Indah

Peresemian GKI Genuk Indah

Di dalam kota sendiri, sesuai dengan perkembangan pemukiman yang ada di kota Semarang, maka pada awal tahuan 1980-an dimulailah mendirikan pos PI di perumahan Genuk Indah, yang kemudian didewasakan pada tanggal 6 Juni 1995 dengan nama GKI Genuk Indah. Selanjutnya, bersama GKI Peterongan, membangun pos PI baru di perumahan Taman Majapahit untuk melayani perkembangan jemaat ke arah timur Semarang di tahun 1990-an, yang kemudian didewasakan pada tanggal 8 Agustus 2001.

Di samping itu,  GKI Karangsaru juga pernah membentuk kelompok kerja Pekabaran Injil secara khusus pada tahun 1967, dengan berdirinya Komisi Pekabaran Injil (KPI). Tugas komisi ini adalah melakukan pekabaran Injil dengan mendirikan pos – pos PI di beberapa rumah jemaat yang ada di Semarang, yaitu di Raden Patah, Siliwangi, MT. Haryono.dan Beringin. Sayangnya, Pos – pos PI hanya dapat berdiri sampai tahun 1978 dan  terpaksa harus ditutup. Sebagai gantinya, pada tahun 1979 dibentuklah Komisi Pelayanan Firman (KPF), yang kemudian aktif mengadakan persekutuan doa malam di rumah – rumah jemaat ( PDRT ), sebagai sarana pekabaran Injil dan pembinaan iman jemaat di wilayah – wilayah, sekaligus menjalin keakraban di antara para jemaat.

Untuk terus melanjutkan tugas panggilan pekabaran Injil ini, maka dibentuklah Satgas PI pada tahun 1996 ( sebagai tindak lanjut dari pelayanan ke Sumatra dan Kalimantan ), yang difokuskan pada pelayanan dan pekabaran Injil pada masyarakat luas ( non anggota jemaat gereja ), terutama bagi masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian dan bantuan, seperti : pemulung, tukang becak, dan gereja – gereja kecil di pedesaan.


Categories

%d bloggers like this: