Yayasan Siloam

Pembukaan Poliklinik Siloam ( 17 Juli 1978 )

Pembukaan Poliklinik Siloam ( 17 Juli 1978 )

Sebagai tugas panggilan gereja di bidang Diakonia dan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaat dan warga di sekitar gereja di jalan Karangsaru, maka Majelis Pusat GKI Semarang Karangsaru, pada tanggal 17 Juli 1978 mulai membuka sebuah poliklinik di kompleks gedung gereja Karangsaru, yang diberi nama Poliklinik Siloam.

Pelayanan kesebatan itu diberikan oleh para dokter yang merupakan anggota jemaat dan simpatisan GKI Karangsaru, bahkan ada pula seorang dokter yang bukan anggota jemaat yang itu terlibat dalam pelayanan poliklinik ini.  Dokter anggota jemaat yang ikute melayani adalah : dr. A.J Sadono, dr. Chandra Mulyadi, dr. Haryono S, dr. Andi Maleachi, dr. Tan Hing Wan, dr. Lie Khay Hoo, dr. Lie Seng Tong, dr. Kandu, dan dr. Gan Hway Kiong, sedangkan  dokter yang bukan anggota jemaat adalah dr. Imam Parsudi Abdurachim.

Pada tanggal 29 Pebruari 1980, Majelis Pusat GKI Semarang Karangsaru kemudian secara resmi membentuk Yayasan Siloam yang bertanggung jawab untuk mengelola poklinik Siloam.

Suasana Poliklinik Siloam ( 2010 )

Suasana Poliklinik Siloam ( 2010 )

Yang patut dicatat disini, adalah dari hari ke hari semakin banyak orang yang memanfaatkan fasilitas poliklinik Siloam, tidak saja dari anggota jemaat, tetapi banyak warga sekitar gereja banyak yang berobat di poliklinik ini. Jika dirata – rata, jumlah pengunjung poliklinik yang bukan anggota jemaat mencapai 80%, bahkan banyak diantara mereka memiliki agama dan keyakinan yang lain.

Dengan semakin banyaknya pengunjung poliklinik yang berobat dan kebutuhan pelayanan kesehatan yang makin beragam, maka Yayasan Siloam selain membuka Poliklinik Umum, kini juga mengembangkan pelayanan kesehatan ibu dan Anak (BKIA) serta Poliklinik Gigi.

Jadwal Poliklinik

Poliklinik Umum

Buka setiap hari jam 08.00 – 12.00, kecuali hari Minggu dan libur tutup

BKIA

Buka setiap hari jam 09.00 – 12.00, kecuali hari Minggu dan libur tutup

Poliklinik Gigi

Pagi      :           10.00 – 12.00    ( Senin, Selasa, Kamis, Sabtu )

Pagi      :           10.00 – 14.00    ( Rabu & Jumat )

Sore     :           14.00 – 16.00    ( Senin, Selasa, Kamis, Sabtu )

Yayasan “Maria Martha”

Tanpak Depan Panti Wredha "Maria Martha"

Tanpak Depan Panti Wredha "Maria Martha"

Dalam perhatiannya kepada jemaat yang berusia lanjut, Majelis Jemaat GKI Karangsaru tidak hanya memikirkan dan menyediakan wadah untuk bersekutu dalam Komisi Senior saja, tapi Majelis Jemaat juga memiliki kerinduan untuk mendirikan sebuah rumah orang tua ( panti wreda ) yang bertujuan melayani dan merawat mereka yang sudah berusia lanjut. Kerinduan untuk membangun rumah orang tua itu sudah muncul sekitar tahun 1974, tapi baru bisa terwujud di awal tahun 1990-an.

Pada tanggal 21 Oktober 1991, Panitia telah mendapatkan sebuah tanah selus 340 m2 di Jalan Semeru 4. Namun apa yang dipikirkan baik oleh manusia, tidaklah selalu sesuai dengan rencana-Nya, dan rupanya Tuhan punya kehendak yang lain. Pembangunan rumah orang tua itu tidak jadi dilaksanakan, karena warga di sekitar jalan itu menolak dan menentang rencana pendirian rumah orang tua di tempat itu.

Suasana Di Salah Satu Kamar PW "Maria Martha"

Suasana Di Salah Satu Kamar PW "Maria Martha"

Kegagalan ini tidaklah membuat patah semangat. Dengan tetap bertekun dalam doa dan usaha, Tuhan akhirnya memberikan sebuah tanah yang lain,  di jalan Arjuna II No.1, Salatiga seluas 2.446 m2 yang bersertifikat HM No. 665.  Peletakan batu pertama pembangunan tahap ke satu dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1993 seluas 260 m2, dan selanjutnya,  pada tanggal 1 Oktober 1994 pembangunan tahap pertama ini diresmikan bertepatan dengan Peringatan Hari Orang Tua Sedunia. Pembangunan tahap kedua kemudian dilaksanakan pada bulan Maret 1995 dengan luas 170 m2.

Majelis Jemaat GKI Karangsaru kemudian secara resmi mendirikan Yayasan Martha Martha pada tanggal 15 Mei 1993, dengan Akta Notaris Andhy Mulyono, SH, dengan visi dan misi sebagai berikut :

V I S I

Mengejawantahkan kasih Tuhan Yesus melalui pelayanan dan perhatian kepada kaum lanjut usia.

M I S I

Memberikan pelayanan kepada para lanjut usia agar dalam kelemahan fisiknya tetap merasa diperhatikan dan dikasihi.

Kini, dengan fasilitas berbagai tipe kamar dengan kontribusi terjangkau, ditambah dengan pemandangan Salatiga yang indah dan berhawa sejuk, serta pelayanan terbaik yang dapat kami berikan,  Panti Wreda Maria Martha siap menyambut anda yang telah berusia lanjut untuk bergabung dengan kami, dengan persyaratan :

  1. Mampu menolong diri sendiri seperti makan, mandi, dan lain – lain.
  2. Tidak memiliki penyakit menular dengan membawa surat keterangan dokter.
  3. Pihak penanggung jawab bersedia menandatangani persyaratan dan pernyataan.

Untuk informasi yang lebih lengkap, silahkan menghubungi Bp. Budi Suyanto, SH di Jl. Lawu 2 Salatiga, telp.(0298) 326053 atau 081.228.052.75

Mendapat Kunjungan Jemaat GKI Karangsaru

Mendapat Kunjungan Jemaat GKI Karangsaru

Di sisi lain, dengan melihat bahwa masih luasnya tanah yang dimiliki, maka Panti Wreda Maria Martha seharusnya masih dapat dikembangkan lebih maksimal untuk melayani mereka yang berusia lanjut. Oleh karena itu, Yayasan Maria Martha mengundang siapapun yang tergerak hatinya untuk bersama bergandeng tangan terlibat dalam pelayanan ini, baik dalam bentuk doa, tenaga, pemikiran maupun dana. Untuk itu, uluran kasih anda dapat disalurkan melalui :

  • BCA Salatiga, rek. No. 013-102593-8 atas nama Budi Suyanto
  • Bank Panin Semarang, Rek. No. 310.3.091091 atas nama Abdiel Budi Santoso

YPK “Arimatea”

YAYASAN PELAYANAN KEMATIAN “ARIMATEA”

Peresmian Mobil Jenazah "Arimatea" ( 1977 )

Peresmian Mobil Jenazah "Arimatea" ( 1977 )

Dengan didasari semangat saling mengasihi dan tolong menolong sebagai satu keluarga Tuhan, terutama pada saat sebuah keluarga sedang dirundung duka karena ditinggal oleh seorang anggota keluarga mereka, maka pada tanggal 26 Maret 1974, Majelis Pusat GKI Karangsaru Semarang memutuskan untuk mendirikan seksi kematian GKI Karangsaru. Seksi ini bekerja langsung dibawah Majelis Pusat, dan bertugas untuk membantu anggota Jemaat dalam urusan pemakaman selengkapnya dan memberikan bantuan / santunan kepada anggota keluarga yang ditinggalkan.

Pada awalnya para pengurus turun tangan langsung untuk memikirkan dan mengerjakan hal-hal yang sekecil apapun bentuknya, dibantu tenaga lapangan yang relatif sangat minimal. Namun seiring dengan kebutuhan pelayanan kematian yang semakin bertambah dan membutuhkan penanganan yang profesional, maka pada tanggal 25 April 1978, seksi ini secara resmi disahkan dihadapan notaris Januar Tirtaamidjaja SH. menjadi Yayasan Pelayanan Kematian (YPK) “Arimatea”.

Peresmian Mobil Jenazah "Arimatea" ( 1982 )

Peresmian Mobil Jenazah "Arimatea" ( 1982 )

Sebagai wujud tolong menolong antar jemaat dan masyarakat umum, maka  YPK Arimatea membuka kesempatan kepada jemaat dan masyarakat umum untuk menjadi peserta YPK Arimatea dengan membayar iuran bulanan sesuai yang ditetapkan pengurus. Setiap peserta apabila meninggal dunia akan mendapat pelayanan yang diperlukan dengan harga khusus dan mendapat santunan bagi ahli waris / keluarga. Selain itu, YPK Arimatea tidak saja memberikan pelayanan kematian kepada para anggotanya saja, tetapi juga kepada masyarakat umum, mulai dari peminjaman mobil jenazah, peminjaman perabot keperluan pemakaman, penyediaan tanah makam, penyediaan peti mati, sampai dengan pengurusan surat kematian.

Sampai saat ini, YPK Arimatea telah memiliki 2 (dua)  buah lokasi tanah kubur di daerah Kedungmundu, masing-masing di kompleks “LAZARUS” dan “ARIMATEA”. Selain itu, Yayasan Arimatea juga memiki 5 buah mobil jenasah yang siap melayani setiap saat.  Berbagai jenis dan ukuran peti tersedia di Ruang Pamer yang bisa dilihat dan dikunjungi kapan saja di Jl. Pandean Lamper III/6, telepon 8313468 atau 081-1271723.

Peringatan 30 Tahun "Arimatea" ( 2008 )

Peringatan 30 Tahun "Arimatea" ( 2008 )

Pelayanan yang sudah dimulai Tuhan ini, kini dipercayakan pada para pengurus yang dipilih dan diutus dalam periode tertentu oleh Majelis Jemaat GKI Karangsaru, GKI Beringin dan GKI Peterongan Semarang, yang terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan memuaskan bagi semua pengguna jasa YPK Arimatea, sesuai tekadnya berusaha menjadi SAHABAT DIKALA DUKA bagi keluarga.

YPP “Dian Wacana”

Cikal Bakal TK Dian Wacana ( Di GKI Genuk Indah )

Cikal Bakal TK Dian Wacana ( Di GKI Genuk Indah )

Pada tahun 1989, dalam rapat Majelis Jemaat GKI Karangsaru timbul pemikiran bahwa perluasan pemukiman penduduk ke pinggiran kota Semarang berakibat adanya kepindahan jemaat muda ke perumahan baru tersebut. Mereka merasa sulit mendapatkan sarana pendidikan bagi anak-anaknya yang bermutu dan berlandaskan nilai – nilai Kristiani, sekaligus mudah terjangkau dari segi transportasi dan ekonomi. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek pendirian sekolah Kristen, maka pada tanggal 28 Agustus 1990 dibentuk Yayasan Pendidikan dan Pengajaran “DIAN WACANA” dihadapan notaris Januar Tirtaamidjaja di Semarang.

Langkah selanjutnya adalah mencari tempat untuk mendirikan sekolah dan lokasi yang kemudian dianggap cocok oleh pengurus adalah di halaman bakal jemaat Genuk Indah (kini GKI Genuk Indah). Pada hari pembukaan 1 Juli 1991, sekolah ini hanya mempunyai 8 orang murid. Walau sedikit muridnya, semangat pelayanan para guru dan pengurus Yayasan tidaklah surut. Tahun demi tahun jumlah murid bertambah, dan pada tahun ajaran 1996 sekolah ini telah mempunyai 70 anak, dan pada tahun – tahun berikutnya 80 anak.

Menyadari kebutuhan kelas yang meningkat, sementara lokasi di halaman GKI Genuk Indah tidak memungkinkan untuk dilakukan pengembangan lagi, ditambah dengan kenyataan bahwa lingkungan Genuk Indah tidak mungkin berkembang lagi untuk pemukiman baru maka pengurus memutuskan untuk membuka sekolah kedua di Plamongan Indah, dimana Pengurus berhasi membeli tanah seluas 1.000 m2 di perumahan Plamongan Indah Blok I / 6.

Halaman TK Dian Wacana ( Plamongan Indah )

Halaman TK Dian Wacana ( Plamongan Indah )

Tanah telah dibeli, tetapi bagaimana membangunnya bila dana tidak ada lagi? Sekali lagi, Tuhan bekerja melampaui akal manusia, dan tangan-Nya menggerakkan para jemaat untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan ini. Akhirnya, pembangunan TK-pun bisa dimulai dengan pinjaman lunak dari Ir.Timotius Santoso. Di sisi lain, pada tanggal 19 Pebruari 2001, GKI Peterongan ikut bergabung dalam kepengurusan dan menjadi gereja pendukung Yayasan Dian Wacana, bersama dengan GKI Karangsaru.

Sementara pembangunan di Plamongan Indah berlangsung, Bajem Genuk Indah telah didewasakan sehingga pada 21 Juni 2001 sekolah Dian Wacana di sana dihibahkan kepada GKI Genuk Indah. Sebuah yayasan dibentuk untuk mengurusinya, Yayasan Tunas Wacana.

Setahun kemudian, pada bulan Juli 2001 Play Group dan TK Plamongan Indah dibuka dengan 42 anak. Padatnya pemukiman ini dan juga dedikasi para guru untuk menjadikan sekolah baru menjadi sekolah unggulan di wilayah Semarang Timur, telah menaikkan jumlah murid dari tahun ke tahun, dan pada tahun 2005 jumlah murid mencapai 160 anak playgroup, TK A dan TK B yang masing-masing terdiri dari 2 kelas paralel.

Keberhasilan ini sangat membesarkan hati, tetapi sekaligus memunculkan masalah baru. Ke Sekolah Dasar manakah anak-anak ini setelah selesai TK? SD YSKI yang terdekat ada di Jl.Kompol Maksum tetapi untuk mencapainya dibutuhkan biaya transport yang cukup mahal. Lagipula apakah anak-anak ini bisa pergi-pulang tanpa pengawalan orang tuanya? Apakah mereka harus ke SD-SD terdekat dan merelakan mereka tidak lagi mendapat pengajaran iman Kristen yang selama ini mereka dapatkan di playgroup dan TK? Dan, hanya berbekalkan iman kepada kemurahan Tuhan Yesus sajalah, pada bulan Juni 2002 pengurus kemudian memberanikan diri membuka SEKOLAH DASAR Dian Wacana.

Kegiatan Paskah Di TK Dian Wacana

Kegiatan Paskah Di TK Dian Wacana

Dengan membuka SD kelas-1, berarti Yayasan ini telah menempatkan diri pada posisi “no return point”, tidak bisa langkah ini berhenti karena tahun berikutnya kelas-2 harus diadakan, dan seterusnya, dan seterusnya. Karena itu pada tahun 2003, dengan kemurahan Tuhan pengurus membeli sebidang tanah di depan TK seluas 2.000 m2 yang nantinya akan digunakan sebagai bangunan SD.

Sekali lagi, pengurus dihadapkan pada kondisi sulit, bagaimana membangun gedung SD, kalau tidak ada dana yang dimiliki, padahal kebutuhan gedung dan kelas SD semakin mendesak ? Dan sekali lagi, Tuhanpun bekerja melalui anak – anakNya. Dengan ketulusan dan kerendahan hati, seorang jemaat telah membantu membangun gedung SD setahap demi setahap, sehingga akhirnya pada saat ini pembangunan gedung SD telah memasuki tahap akhir. Terpujilah Tuhan !

Atas kasih dan anugerah-Nya juga, pada tahun ajaran 2009 – 2010 ini, PG – TK – SD Dian Wacana telah dipercaya untuk mendidik tak kurang dari 400 murid dan memiliki 40 tenaga pendidik yang handal.

Dalam hal status sekolah, selain telah mendapatkan ijin operasional oleh Dinas Pendidikan Demak, TK dan SD Dian Wacana juga telah terakreditasi dengan nilai A oleh Badan Akreditasi Nasional.

Hal yang membanggakan lainnya adalah, seperti yang telah diakui oleh beberapa sekolah dasar, bahwa ternyata lulusan-lulusan PG – TK Kristen Dian Wacana merupakan anak- anak yang cerdas, kreatif, berkarakter Kristen dan sangat siap melanjutkan di jenjang sekolah dasar. Hal ini ditandai dengan kemampuan baca dan tulis yang baik anak-anak lulusan PG – TK Kristen Dian Wacana.

Tampak Dalam SD Dian Wacana

Tampak Dalam SD Dian Wacana

Yang tak kalah menggembirakannya adalah walaupun baru pada tahun 2008 SD Dian Wacana menyelenggarakan ujian kelulusan, tapi ternyata dalam 2 kali penyelenggaraan ujian tersebut ( tahun 2008 dan 2009 ), SD Dian Wacana berhasil meluluskan 100% siswanya.

Yayasan Sekolah Kristen Indonesia ( YSKI )

Kilas Perjalanan YSKI

PG/TK/SD Kristen 1 YSKI Semarang

PG/TK/SD Kristen 1 YSKI Semarang

Yayasan Sekolah Kristen Indonesia didirikan pada tahun 1951  dengan nama “ Yayasan Sekolah Kristen Tionghoa Semarang” oleh tiga anak Tuhan dari GKI Karangsaru: Liem Hwai Gie (Yahya Hadinoto), Yap Hwat Ling dan Gan Hok Gwan (Yahya S. Gani).

Pada masa itu belum banyak sekolah yang memiliki ciri khas dalam pengajarannya. Hal tersebut mendorong ketiga anak Tuhan tersebut diatas untuk mendirikan yayasan pendidikan yang mengelola Sekolah Dasar serta Sekolah Menengah dengan dasar agama Kristen, sehingga lahirlah “Yayasan Sekolah Kristen Tionghoa Semarang” yang dikukuhkan di depan Notaris Tan A Sioe dengan Akte Notaris No. 53 tertanggal 15 Nopember 1951.

PG/TK/SD Kristen 2 YSKI Semarang

PG/TK/SD Kristen 2 YSKI Semarang

Yayasan Sekolah Kristen Tionghoa mengelola 3 unit sekolah, diantaranya :

1. SD Kristen 1 (d/h bernama SR Masehi Jomblang) berlokasi di Jl. Mataram 719 Semarang.

2. SD Kristen 2 (d/h bernama SR KristenTionghoa) berlokasi di Jl. Dr. Cipto 109 Semarang.

3. SMP Masehi 2 berlokasi di Jl. Sidodadi Timur 23 Semarang.

Sekolah-sekolah inilah yang merupakan cikal bakal dan pondasi bagi Yayasan Sekolah Kristen Tionghoa untuk lebih menapakkan kaki di dunia pendidikan.

Pada tanggal 28 Mei 1959 nama Yayasan Sekolah Kristen Tionghoa  diubah menjadi Yayasan Sekolah Kristen Indonesia, dan pergantian nama Yayasan tersebut kemudian disusul dengan perubahan Anggaran Dasar Yayasan. Perubahan Anggaran Dasar tersebut dimaksudkan untuk lebih mengokohkan eksistensi Yayasan Sekolah Kristen Indonesia Semarang.

YSKI di Tahun 2000

PG/TK/SD Kristen 3 YSKI Semarang

PG/TK/SD Kristen 3 YSKI Semarang

Kompetisi antar sekolah swasta dan perkembangan di dunia pendidikan, menuntut YSKI untuk meningkat kan kualitas serta lebih dinamis dalam mengikuti tuntutan perkembangan dunia Pendidikan. Oleh karena itu, mulai tahun ajaran 2000 / 2001 YSKI mewajibkan semua guru dari tingkat SD sampai dengan SMU minimal berijazah sarjana ( S1 ).

Pada perkembangannya, tahun 2006 Yayasan Sekolah Kristen Indonesia membentuk tim pelaksana kegiatan, yang terdiri dari seorang Manager dan Kepala Bagian ( Ka. Bag. Kerohanian, Ka.Bag. Pendidikan, Ka.Bag. Keuangan dan Administrasi, Ka.Bag.Umum dan Ka.Bag Humas ).

Dengan adanya tim Pelaksana Kegiatan ini, Yayasan Sekolah Kristen Indonesia telah mengalami banyak perubahan positif, untuk menjadi lebih inovatif dan dinamis dalam memenuhi tuntutan perkembangan dunia pendidikan.

Hingga saat ini Yayasan Sekolah Kristen Indonesia telah memiliki 5 (lima) buah sekolah, yaitu :

SMP Kristen YSKI Semarang

SMP Kristen YSKI Semarang

  1. PG/TK/SD KRISTEN 1 YSKI, Jl. Kompol Maksum 280 Semarang
  2. TOODLER/PG/TK/SD KRISTEN 2 YSKI,  Jl. Dr. Cipto 109 Semarang
  3. PG/TK/SD KRISTEN 3 YSKI, Jl. Tanjung 14 Semarang
  4. SMP KRISTEN YSKI ,  Jl. Sidodadi Timur 23 Semarang
  5. SMA KRISTEN YSKI,  Jl. Sidodadi Timur 23 Semarang

Beberapa program baru dilaksanakan oleh Yayasan Sekolah Kristen Indonesia yang diselenggarakan untuk memajukan dunia pendidikan. Program – program baru tersebut antara lain :

  • Toodler Class, yaitu program untuk anak – anak Pra Play Group. Program Toddler Class ini ada pada unit Kristen 2.
  • Smart Class, yaitu kelas untuk siswa dengan kemampuan IQ Superior ( skala Wechsler ). Smart Class ini ada pada unit Kristen 3.
  • Language Class, yaitu kelas bahasa untuk siswa SMA, dimana kelebihan dari Language Class yang dimiliki oleh SMA Kristen YSKI adalah adanya Cross Culture Understanding ( CCU ), sehingga siswa bukan hanya sekedar belajar berbagai bahasa, namun siswa juga diberi pengetahuan mengenai budaya dari negara tersebut.
SMA Kristen YSKI Semarang

SMA Kristen YSKI Semarang

Disamping itu, YSKI juga menerapkan Multiple Intelligences ( Kecerdasan Majemuk ) sebagai metode pembelajaran, serta mengaplikasikan entrepreneurship dalam setiap mata pelajaran mulai dari tingkat TK sampai dengan SMA dimana tiap jenjang memiliki penerapan nilai entrepreneurship yang berbeda.

%d bloggers like this: